Meutya menjelaskan, Kemkomdigi mendorong pemanfaatan konektivitas digital untuk kegiatan produktif, termasuk pengembangan sektor perikanan.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kolaborasi dengan startup dan inovator teknologi lokal yang mengembangkan perangkat serta aplikasi untuk membantu petambak mengelola budidaya secara lebih modern.

"Seperti di Kabupaten Lamongan hari ini, penerapan teknologi IoT pada tambak ikan kerapu memungkinkan pembudidaya memantau kadar oksigen, pH, dan salinitas air. Teknologi ini membantu menjaga kondisi lingkungan budidaya, mendukung pertumbuhan ikan, serta mengurangi tingkat kematian. Pemantauan juga dapat dilakukan melalui aplikasi sehingga pengelolaan tambak menjadi lebih mudah," katanya.

Hasil penerapan teknologi selama sekitar lima bulan menunjukkan perkembangan positif.

Penggunaan teknologi pada budidaya ikan kerapu itu tercatat mampu menghemat penggunaan pakan hingga 20 persen, meningkatkan survival rate ikan sebesar 16 persen, serta mendorong peningkatan produktivitas budidaya lebih dari 24 persen.