NADIKABAR.COM — Pemerintah menjamin kandungan gizi di tiap ompreng Makan Bergizi Gratis (MBG) tak bakal terganggu meskipun inflasi tembus 0,30% per September 2026. Inflasi dipicu lonjakan harga cabai dan ayam.
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung kondisi harga komoditas pangan yang mendorong naiknya inflasi tak akan mengurangi kadar gizi di MBG. Dia menyebut, selama kisaran inflasi RI berada di angka 2,5% plus minus 1% itu masih dalam kapasitas anggaran program MBG.
"Dampak dari inflasi kepada MBG, saya kira, kalau inflasinya masih 2,5% plus minus 1% itu tidak akan memengaruhi kualitas makanannya dan kualitas gizinya. Oleh sebab itu, memang inflasi ini penting untuk dijaga," ujar Juda dalam Media Gathering di Bogor, Kamis (1/10/2026).
Juda menyebut penting bagi pemerintah menjaga angka inflasi, terutama untuk komoditas pangan. Hal ini karena harga pangan akan sangat berdampak dan terasa langsung ke masyarakat, terutama lapisan masyarakat menengah ke bawah.