NADIKABAR.COM — Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus mempercepat pemulihan sektor kelautan dan perikanan serta pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana.

Percepatan tersebut membutuhkan koordinasi pemerintah pusat dan daerah, terutama untuk memastikan program terlaksana sesuai Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera 2026-2028.

Hal itu disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian saat memimpin Rapat dan Press Release Perkembangan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Fasilitas Kelautan dan Perikanan serta Fasilitas Perumahan dan Permukiman di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Rabu (21/10).

Tito menekankan pentingnya mempercepat pelaksanaan program mengingat waktu yang tersisa pada 2026 semakin terbatas. Ia meminta kementerian/lembaga terkait memastikan kegiatan yang telah direncanakan dapat segera direalisasikan. Ia juga mengimbau pemerintah daerah (Pemda) untuk turut mendukung pelaksanaan program di lapangan.

"Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah tidak berhenti terus melakukan percepatan pemulihan rehabilitasi, rekonstruksi pascabencana Sumatera," ujar Tito dalam keterangannya, Rabu (21/10/2026).