Menurut Haryo, informasi yang dibutuhkan investor tidak hanya berkaitan dengan perizinan, tetapi juga mencakup profil dan potensi ekonomi daerah, tata ruang, infrastruktur, insentif, komoditas unggulan, rantai pasok lokal, hingga keberadaan usaha mikro kecil san menengah (UMKM) serta industri pendukung.
Dalam konteks saat ini, keterbukaan informasi semakin penting di tengah ketidakpastian global.
Haryo menjelaskan investasi juga perlu diarahkan pada sektor dan proyek yang memiliki nilai tambah tinggi, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat perekonomian daerah guna mendukung pencapaian sasaran pertumbuhan ekonomi nasional.