Program digitalisasi pendidikan dan penguatan peran guru menjadi bagian dari langkah tersebut, sehingga layanan pendidikan diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Namun, pemerataan pendidikan tidak cukup hanya dengan menghadirkan program pembelajaran dan tenaga pendidik.
Infrastruktur yang memadai juga menjadi kebutuhan mendasar, terutama bagi anak-anak yang tinggal di wilayah dengan kondisi geografis sulit.
"Sebagai contoh, pembangunan jembatan-jembatan yang menghubungkan desa-desa terpencil yang sebelumnya terpisah oleh sungai. Dengan adanya jembatan tersebut, masyarakat, khususnya anak-anak, kini dapat bersekolah dengan lebih mudah," katanya.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur pendidikan membutuhkan kolaborasi lintas kementerian. Dukungan terhadap sarana dan prasarana harus berjalan beriringan dengan kebijakan peningkatan kualitas pembelajaran agar manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.