NADIKABAR.COM — Pemerintah Republik Korea menyerahkan bantuan 11 unit bus listrik dan enam stasiun pengisian daya kepada Pemprov Bali untuk memperluas transportasi umum ramah lingkungan sekaligus membantu menekan emisi.

"Saya berharap 11 bus listrik dan enam unit pengisian daya yang kita luncurkan hari ini dapat membantu Bali mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan layanan transportasi umum, menyajikan perjalanan yang lebih bersih dan lebih nyaman bagi warga maupun wisatawan," kata Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia Yoon Soon-Gu di Denpasar, Kamis.

Dubes Korea Selatan menyampaikan bahwa mengatasi perubahan iklim sekaligus mencapai pertumbuhan berkelanjutan merupakan tugas penting yang ditanggung bersama oleh kedua negara.

Inisiatif perluasan transportasi umum bersih di Bali dinilainya sangat bermakna dan tepat waktu untuk menjaga lingkungan alam serta warisan budaya Pulau Dewata.

Langkah ini sekaligus wujud nyata peningkatan hubungan bilateral sebagai mitra strategis khusus usai kunjungan Presiden Prabowo ke Korea Selatan pada April lalu.

Ia menjelaskan bahwa ini menggabungkan dana hibah pemerintah Korea, keahlian Global Green Growth Institute (GGGI), teknologi industri kedua negara, serta komitmen Pemprov Bali dalam transisi energi hijau.

Pemerintah Korea berharap pengalaman dari proyek bus listrik ini dapat mematangkan kebijakan transportasi ramah lingkungan yang suatu saat bisa direplikasi di wilayah lain di Indonesia.

Country Representative GGGI Indonesia Rowan Fraser menambahkan mengenai manfaat atau dampak langsung bus listrik ini terhadap mobilitas masyarakat Bali.