Angga mengungkapkan bahwa dirinya mendapat kesempatan untuk melihat lebih jauh sistem teknologi yang digunakan Grab dan OVO melalui kunjungan ke command center perusahaan tersebut.
Kendati demikian, pernyataan itu masih berupa peluang untuk mempelajari dan mengadopsi teknologi yang relevan. Belum ada keterangan bahwa BGN telah memutuskan menggunakan sistem Grab dan OVO.
Di sisi lain, Grab dan OVO telah menjalankan program MBG bersama Yayasan Inklusi Pelita Bangsa dengan menggunakan dana CSR perusahaan. Program ini menyasar anak-anak berkebutuhan khusus dan menjadi bagian dari keterlibatan sektor swasta dalam mendukung program prioritas pemerintah.
CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi, menyebut program yang dijalankan perusahaan telah menjangkau ribuan murid di sejumlah wilayah.