NADIKABAR.COM — Pemerintah memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pengerahan pesawat Hercules untuk mendukung operasi udara serta penambahan personel di lapangan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam) Dudung Abdurachman mengatakan Presiden Prabowo memerintahkan agar penanganan karhutla dilakukan secara masif, terukur, dan segera.
"Bapak Presiden menyampaikan bahwa untuk penanganan karhutla ini harus betul-betul masif ya penanganannya, sehingga tadi dikerahkan juga, diperintahkan kepada Panglima TNI, dry ice yang sekarang sudah dilakukan menggunakan pesawat Cassa, ini sudah diperintahkan menggunakan Hercules," kata Dudung dalam pernyataan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Senin.
Dia menjelaskan penguatan operasi udara tersebut merupakan salah satu langkah untuk menangani karhutla yang masih menjadi persoalan, terutama di kawasan lahan gambut.
Selain operasi udara, kata dia, Presiden Prabowo juga memerintahkan penguatan pengerahan personel TNI, Polri, petugas Dinas Kehutanan, serta pelibatan masyarakat dalam penanganan kebakaran.
Menurut Dudung, pengerahan seluruh unsur tersebut perlu dilakukan secara masif dan terukur karena karhutla telah menimbulkan gangguan.
"Ini betul-betul harus secara masif terukur dan dilaksanakan dengan segera karena memang ini sudah sangat mengganggu," ujarnya.
Dudung mengakui penanganan karhutla bukan perkara mudah, terutama di lahan gambut yang membutuhkan upaya khusus.
Dia menegaskan Presiden Prabowo meminta jajarannya segera melakukan penanganan tanpa bergantung pada turunnya hujan.
"Bapak Presiden juga menyampaikan jangan menunggu turun hujan, tapi segera perbuat," kata Dudung.
Dia menambahkan pemerintah terus mengerahkan upaya untuk menangani karhutla dan meminta dukungan masyarakat agar penanganan kebakaran dapat segera dituntaskan.
"Jangan kemudian termakan dengan isu-isu yang seakan-akan kami tidak berbuat. Kami sudah semaksimal mungkin, prajurit-prajurit TNI, Polri dan sebagainya yang terlibat, ini secara masif, dan mohon doanya semoga ini tuntas," pungkas Dudung.