NADIKABAR.COM — Pemerintah menjual sebanyak 380 ribu ton beras pecah yang tersimpan di Perum Bulog dengan harga Rp11 ribu per kilogram (kg) untuk memenuhi kebutuhan bahan baku pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama perajin kue dan produsen bihun rumahan.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas), di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Rabu, mengatakan keputusan penjualan stok tersebut telah ditetapkan dalam rapat tingkat menteri koordinator guna menyediakan bahan baku bagi pelaku usaha yang selama ini masih mengandalkan beras pecah impor, akan tetapi saat ini tidak lagi mengandalkan impor

Zulhas menjelaskan beras pecah tersebut dapat dimanfaatkan oleh perajin kue dan produsen bihun rumahan, sehingga mereka tidak lagi bergantung pada pasokan impor. Ketersediaan bahan baku dengan harga yang telah ditetapkan juga diharapkan membantu pelaku usaha menjaga biaya produksi.