Menurut dia, sinergi diperlukan agar kemampuan personel dan peralatan dari setiap unsur dapat digunakan secara bersama sehingga penanganan lebih efektif dan efisien dibandingkan jika masing-masing bekerja sendiri.

Dalam pengerahan personel, TNI menjadi institusi dengan jumlah personel terbesar, yakni 14.258 personel. Dukungan peralatan berasal dari Kementerian Pertahanan dan tiga matra TNI, berupa pompa pemadam, selang, nozzle, alat pelindung diri (APD), tabung oksigen, masker, drone, pompa punggung, ekskavator, dan perlengkapan lainnya.

Honi mengatakan upaya penanganan juga melibatkan Polri, BNPB, Kementerian Kehutanan, Kementerian Dalam Negeri, pemerintah daerah, Manggala Agni, pemadam kebakaran, BMKG, Masyarakat Peduli Api, pengelola atau pemegang konsesi, serta unsur kesehatan yang membantu masyarakat terdampak.

Ia mengingatkan personel yang bertugas di lapangan untuk mengutamakan keselamatan dan kesehatan karena penanganan karhutla diperkirakan masih berlanjut dalam dua hingga tiga pekan ke depan.