NADIKABAR.COM — Pemerintah pusat mempercepat realisasi pembangunan jembatan layang atau Flyover Bulak Kapal di Bekasi Timur, Kota Bekasi, guna mengatasi persoalan kemacetan kronis sekaligus potensi rawan kecelakaan lalu lintas terutama pada area perlintasan sebidang.

"Atas arahan langsung Presiden Prabowo Subianto, proyek pembangunan Flyover Bulak Kapal senilai Rp188 miliar ditargetkan mulai dibangun November 2026 dan rampung pada triwulan pertama tahun 2028," kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Bekasi, Jumat.

Ia menegaskan, proyek ini menjadi prioritas mendesak demi menjamin keselamatan sekaligus mendongkrak produktivitas ekonomi Kota Bekasi. Terlebih, insiden tragis kecelakaan kereta api di dekat Stasiun Bekasi Timur beberapa waktu menjadi alarm serius bagi keselamatan penumpang.

"Setiap lima menit KRL lewat di sini. Ini isu lama di mana mobilitas kereta yang sangat masif berdampak besar pada arus lalu lintas darat. Solusinya, kita harus membangun flyover untuk mengurai bottleneck dan mencegah kecelakaan berulang," ujarnya.

AHY menjelaskan, proyek infrastruktur ini akan membentang sepanjang kurang lebih 500 meter. Berdasarkan kalkulasi teknis, pembangunan fisik flyover tersebut akan menelan anggaran senilai Rp188 miliar yang bersumber dari pemerintah pusat.