Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, pengembangan landing page bersama berbagai lokapasar telah melibatkan lebih dari 4.000 UMKM dengan capaian penjualan lebih dari 45 juta produk.

Menurut Ari, capaian tersebut menunjukkan potensi perdagangan digital dalam membantu UMKM memperluas jangkauan pemasaran, meningkatkan transaksi, dan memulihkan kegiatan usaha setelah terdampak bencana.

Fasilitasi pemasaran digital tersebut menyasar pelaku UMKM di Kota Banda Aceh serta wilayah koordinasi Aceh 5 yang mencakup Kabupaten Aceh Tamiang, Kota Langsa, Kabupaten Aceh Selatan, Kabupaten Gayo Lues, Kota Subulussalam, Kabupaten Aceh Singkil, dan Kabupaten Aceh Tenggara.

Selain memperluas akses pasar digital, Kementerian UMKM berkolaborasi dengan J&T Express melalui program Jawara Lokal untuk mendukung pengembangan usaha dan distribusi produk UMKM.