Target penerapan di Provinsi Kalimantan Timur lebih kurang 7.125 hektare, dan Kabupaten Penajam Paser Utara menjadi sasaran terluas 3.546 hektare, sehingga memiliki peran penting dalam peningkatan produksi pangan di provinsi itu.

Kabupaten Penajam Paser Utara menjadi lokomotif dalam penerapan PM-AAS, kata Liferdi Lukman, sehingga dukungan perlu irigasi karena ketersediaan air menjadi salah satu faktor utama dalam mencapai produktivitas pertanian secara maksimal.

Gerakan tanam padi dengan metode PM-AAS, timpal Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBPMP) Kalimantan Timur Ahmad Subhan, menjadi tonggak awal untuk memaksimalkan produksi padi di provinsi ini.

Terdata penerapan PM-AAS mampu meningkatkan hasil produksi secara signifikan, berdasarkan hasil ubinan hasil panen sebelumnya rata-rata kisaran 4,5 ton per hektare, kini rata-rata mencapai sekitar tujuh ton per hektare.