Meski sempat mengalami penurunan produksi tingkat provinsi sebesar 2,7 persen akibat bencana hidrometeorologi pada tahun 2025 lalu, produksi padi di sejumlah daerah termasuk Kabupaten Aceh Barat justru mencatatkan peningkatan.

Azanuddin menegaskan bahwa penurunan di tingkat provinsi tidak berdampak signifikan terhadap kebutuhan pangan lokal karena Aceh selalu mengalami surplus beras.

Untuk target mendatang, pihak dinas memilih bersikap realistis dengan tidak menambah target produksi, mengingat sekitar 35 persen lahan baku sawah sempat terdampak bencana.