Namun, produksi diproyeksikan mulai meningkat kembali pada siklus April–September mendatang seiring tuntas nya pengerjaan lahan yang saat ini sedang berjalan.

"Dari total 57 ribu hektare lahan terdampak, sekitar 40 ribu hektare lahan yang mengalami rusak ringan hingga sedang, kini sedang dalam proses pemulihan," kata Azanuddin.