NADIKABAR.COM — Pemerintah menyampaikan program penyediaan rekening massal nantinya akan disertai dengan edukasi keuangan guna mencegah penyalahgunaan rekening.

Asisten Deputi Peningkatan Inklusi Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Erdiriyo menilai pembukaan rekening tanpa disertai edukasi berisiko memicu penyalahgunaan, termasuk rekening yang disalahgunakan untuk aktivitas judi daring (judol).

Pemerintah bakal menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, serta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk menggencarkan edukasi finansial.

"Pembukaan akun yang tanpa disertai dengan edukasi, menurut saya, memang bisa disalahgunakan. Misalnya, akunnya dijual-belikan untuk main judi online, untuk deposit, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, kami bekerja sama dengan OJK dan Bank Indonesia, serta LPS," kata Erdiriyo dalam konferensi pers Financial Health Pathways Forum, di Jakarta, Kamis.