Djauhari menerangkan kemudahan memperoleh pinjaman tanpa diimbangi kemampuan mengelola keuangan bisa memperburuk kondisi ekonomi rumah tangga.
Kondisi tersebut, juga meningkatkan kerentanan pekerja dan pelaku usaha kecil ketika menghadapi keadaan darurat atau guncangan ekonomi.
Keberhasilan sektor keuangan perlu diukur tidak hanya dari jumlah masyarakat yang memiliki rekening atau dapat mengakses layanan keuangan, tetapi juga dari kemampuan mereka mengelola keuangan dan mempertahankan ketahanan finansial dalam jangka panjang.
"Sudah waktunya kita bertransisi dari sekadar menghitung berapa orang yang punya rekening, berapa orang yang bisa akses kepada sesuatu yang baru yang sifatnya nanti hasil. Apakah dia bisa mengelola keuangan hari demi hari, apakah dia punya daya tahan keuangan kalau misalnya dia sakit atau bisnisnya bangkrut," ujar dia pula.