Erdiriyo menjelaskan penyediaan rekening bersubsidi bakal disertai edukasi mengenai penggunaan layanan keuangan, risiko yang menyertainya, serta cara melindungi rekening agar tidak disalahgunakan.

Project Manager Promise II Impact Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) Djauhari Sitorus menyoroti peningkatan akses masyarakat terhadap layanan keuangan digital yang belum tentu diikuti kemampuan mengelola keuangan.

Ia mengatakan akses terhadap layanan keuangan, termasuk pinjaman daring (pindar), berisiko menimbulkan persoalan baru apabila masyarakat tidak memiliki literasi finansial yang memadai.

"Walaupun seorang itu sudah menggunakan layanan keuangan, tapi belum tentu dia lebih sejahtera. Bahkan ada beberapa situasi mereka yang memiliki akses misalnya ke pinjaman secara online itu, akhirnya terjebak ke dalam utang. Ini jadi bukan meningkatkan kesejahteraan, tapi membuatnya lebih tidak sejahtera," ujar Djauhari.