Itulah mengapa manajemen City kini tengah berupaya semaksimal mungkin untuk melawan dakwaan Premier League itu. Tidak cuma lewat banding yang sudah resmi diajukan, tapi juga lewat "bantuan" Pemerintah UEA.

Dilansir Bloomberg, Pemerintah UEA sudah mewanti-wanti pemerintah Inggris terkait hukuman City yang bakal berpengaruh pada kerjasama bilateral antarnegara. Ada potensi UEA mengurangi atau bahkan mencabut investasinya dari Inggris.

UEA disebut sudah menanamkan lebih dari 30 miliar paun di berbagai sektor penting di Inggris, seperti pertahanan, sains, dan teknologi, selama lima tahun terakhir.