NADIKABAR.COM — Eks santriwati di salah satu pondok pesantren di Sleman diduga menjadi korban pemerkosaan atau rudakpaksa oleh pengurus ponpes berinisial NH alias GN. Keluarga menyebut korban yang kini berusia 21 tahun itu sempat disembunyikan ke luar kota sebelum kasus ini terkuak.

"Disembunyikan di wilayah Geger, Magelang. Saya jemput secara tiba-tiba. Diungsikanlah sama pihak pondok," ujar kakak korban inisial MM, saat ditemui di Mapolresta Sleman, Kamis (10/9/2026).

Korban disebut disembunyikan usai mengabari keluarga jika dirinya hamil pada Juli 2026. Saat itu pihak keluarga belum tahu bagaimana korban bisa hamil.

"Awalnya saya belum tahu kejadiannya seperti apa. Setelah itu saya dikabari bahwasanya adik saya yang bernama ** ini telah hamil, tapi tidak diberitahu apa penyebab kehamilannya," ungkap MM.

Korban kemudian mengatakan hendak melahirkan di Lampung. Saat itulah pihak keluarga berusaha mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dan hendak menjemput korban.

"Terus mengabari saya lewat WA seperti ini, 'Mas, kalau saya dibawa ke Lampung bagaimana, Mas? Nanti di sana lahirannya di sana, bayinya nanti setelah lahir diadopsi, terus nanti saya pulang-pulang bersih, Mas.' Saya bilang, 'Nggak boleh seperti itu'," imbuhnya.