Pencapaian semacam itu menuntut kemenangan di beberapa negara bagian yang sebelumnya dimenangkan Trump dengan mudah pada pilpres 2024, dengan wilayah perebutan suara meluas hingga ke negara-negara bagian yang cenderung konservatif seperti Kansas, Texas, Iowa, Ohio, dan Alaska.
Partai Demokrat juga harus mempertahankan kursi-kursi yang diperebutkan dengan ketat, termasuk di Michigan, dimana perselisihan internal yang sengit membuat anggota DPR Haley Stevens justru mendukung kandidat Partai Republik, Mike Rogers, bukannya kandidat dari partainya sendiri, Abdul El-Sayed.
Perkiraan dari Decision Desk HQ, yang menyajikan data pemilu yang kredibel dan cepat, memproyeksikan Partai Demokrat akan merebut kendali mayoritas atas DPR AS, dengan perolehan 241 kursi melawan 194 kursi.
Partai Demokrat juga diproyeksikan meraup keunggulan tipis di Senat AS, dengan perolehan 52 kursi melawan 48 kursi.
Proyeksi itu hanyalah perkiraan semata, dengan catatan ketidakpastian cukup besar menyelimuti komposisi di majelis tinggi parlemen AS tersebut.
Survei terakhir yang dirilis New York Times/Siena pada Minggu (1/11) menunjukkan Partai Demokrat unggul dalam tujuh pemilihan Senat yang menjadi sorotan utama, namun lima di antaranya berada dalam rentan margin of error.