NADIKABAR.COM — Pemilu sela Amerika Serikat (AS) akan digelar pada Selasa (3/11) waktu setempat, dengan Presiden Donald Trump dan Partai Republik yang menaunginya berjuang keras untuk mencegah Partai Demokrat merebut kendali atas Kongres.
Partai Demokrat, seperti dilansir AFP, Senin (2/11/2026), menggelar rangkaian kampanye terakhir untuk mendorong partisipasi pemilih pada Senin (2/11) waktu setempat, demi mendorong partisipasi pemilih dalam pemilu sela.
Pemilu sela tahun ini akan memilih para anggota Kongres AS, yang terdiri atas House of Representatives (DPR) dan Senat. Seluruh kursi anggota DPR AS, totalnya 435 kursi, akan diperebutkan, dengan setiap anggota menjabat selama dua tahun.
Sedangkan untuk Senat AS, hanya 35 kursi dari total 100 kursi yang akan diperebutkan. Senator AS menjabat selama periode penuh enam tahun.
Hasil pemilu sela AS akan menentukan partai politik mana yang akan mengendalikan Kongres, yang berpengaruh pada kemudahan Presiden AS untuk melaksanakan rencana dan agendanya. Selama dua tahun terakhir, baik DPR maupun Senat AS dikuasai oleh Partai Repulik yang sangat menguntungkan Trump.
Dalam pemilu sela ini, Partai Demokrat berharap dapat memenangkan setidaknya sebagian kendali atas Kongres AS, yang akan memungkinkan mereka untuk memberikan batasan politik terhadap Trump.
Trump, dalam kampanye penutup untuk Partai Republik, memilih untuk berpidato di Washington DC, tepatnya di Lincoln Memorial Reflecting Pool -- lokasi ikonik yang identik dengan ambisi kontroversial sang Presiden untuk menata ulang ibu kota AS.