Taktik 'Bumi Hangus' Republikan demi Cegah Demokrat Rebut Kendali Kongres

Partai Republik di bawah Trump telah melancarkan kampanye politik dengan taktik "bumi hangus". Dalam kampanyenya, kubu Republikan menggambarkan pihak Demokrat sebagai komunis dan secara terbuka melabeli seorang kandidat Senator Muslim di Michigan, Abdul El-Sayed, sebagai teroris.

Dalam kampanye di Iowa pada Minggu (1/11), Trump menyebut kubu Demokrat sebagai "kelompok radikal yang ekstrem dan berbahaya" yang akan "merampas kekayaan Anda" dan membiarkan para migran masuk untuk "menjarah, memperkosa, dan merampok".

Namun berbagai jajak pendapat menunjukkan bahwa masyarakat Amerika semakin muak dengan gaya politik destruktif Trump. Jajak pendapat NBC News yang dirilis pada Minggu (1/11) menunjukkan 60 persen responden tidak menyetujui kinerja Trump, terutama terkait tingginya harga barang-barang -- situasi yang diperparah oleh perang Iran.

Jika DPR hampir dipastikan beralih ke tangan kubu Demokrat, pertarungan untuk kursi Senat belum dapat dipastikan hasilnya. Hanya sepertiga dari 100 kursi Senat yang diperebutkan dalam pemilu sela ini, dan hanya sedikit dari pemilihan itu yang dianggap menguntungkan Partai Demokrat.

Kendati demikian, berkat perlawanan yang sangat kuat di negara-negara bagian AS yang selama ini menjadi basis Partai Republik, sejumlah lembaga survei menyatakan peluang Partai Demokrat untuk mengambil alih Senat setidaknya seimbang.

Sebelum pemilu sela digelar 3 November besok, sudah ada pemungutan suara awal atau early voting yang dilakukan oleh sekitar 54 juta pemilih di berbagai wilayah AS, yang mencetak rekor cukup tinggi.