"Itu adalah pemilu yang dicurangi, padahal saya menang dengan selisih jutaan suara," klaimnya.
Beberapa hari sebelum pemilu sela AS digelar, Trump dihadapkan pada hasil jajak pendapat yang suram, di mana Partai Republik diproyeksikan akan kehilangan kendali atas House of Representatives (DPR) dan kemungkinan besar juga Senat.
Tanpa mayoritas di Kongres AS, Presiden berusia 80 tahun itu akan memiliki ruang gerak yang sangat terbatas untuk mendorong agenda legislatifnya selama dua tahun terakhir masa jabatannya. Dia dan stafnya berpotensi diselidiki oleh Kongres jika nantinya Partai Demokrat memegang kendali mayoritas.
Partai Demokrat telah menyatakan keinginan mereka untuk memeriksa transaksi bisnis yang dilakukan Trump dan orang-orang terdekatnya sejak dia kembali menjabat di Gedung Putih.