Para terdakwa lainya, yang banyak di antaranya membiarkan anak-anak mereka sendiri mati kelaparan, juga dijatuhi hukuman penjara yang lama.

"Anak-anak menyaksikan saudara-saudara mereka mati di depan mata... sementara orang tua mereka tetap makan dan minum. Beberapa anak tewas akibat dicekik atau dipukuli dengan kejam... Anak-anak mengalami penderitaan yang luar biasa... kondisi hidup yang mengerikan, trauma psikologis," kata hakim yang mengadili kasus ini.

Mackenzie tetap menunjukkan ekspresi datar saat vonis dibacakan, sama seperti sikap yang dia tunjukkan sepanjang persidangan berlangsung.

Jaksa penuntut sempat meminta hukuman mati untuk Mazkenzie. Namun hakim menyatakan bahwa hukuman mati "tidak akan memberikan efek jera, terutama karena para terpidana menganggap kematian sebagai jalan menuju surga dan penyatuan dengan Yesus dan anak-anak mereka yang telah meninggal".