NADIKABAR.COM — Ketua Koordinator Pemuda Indonesia Raya (Pemira) Bintang Wahyu Saputra menilai pemerintah telah melakukan upaya maksimal dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Salah satu langkah yang dianggapnya telah maksimal adalah pembentukan satgas khusus penanganan karhutla.

Bintang saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu mengatakan dalam satgas tersebut, pemerintah berupaya mencari langkah strategis untuk mencegah karhutla.

Pemerintah, lanjut dia, juga memperbanyak polisi hutan untuk memperketat pengawasan.

"Kita lihat komitmen Bapak Presiden kemarin memanggil Kapolri, akan dihadirkan polisi hutan. Nah, ini kan satu salah satu bentuk kebijakan yang sangat berdampak bagi kelangsungan lingkungan hidup ke depan," ucapnya.

Kendati demikian, dia meyakini bahwa berbagai upaya tersebut perlu diawasi agar berjalan dengan maksimal dan memberikan dampak yang signifikan.

Karenanya, Pemira berkomitmen untuk terus mengawal dan memastikan seluruh program kerakyatan, termasuk penanganan karhutla yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto berjalan dengan lancar.

Sebelumnya, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan jumlah polisi kehutanan (polhut) akan ditingkatkan menjadi 70 ribu personel untuk memperkuat pengawasan dan perlindungan kawasan hutan di Indonesia.

Raja Juli saat meninjau penanggulangan karhutla di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin, mengatakan rencana peningkatan jumlah personel tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo.

"Ke depan sesuai arahan Bapak Presiden akan ditambah polisi hutan kita menjadi 70 ribu. Ini tentu kabar menggembirakan untuk melindungi kawasan hutan dari berbagai ancaman," katanya.

Menurut dia, saat ini Indonesia hanya memiliki sekitar 4.500 polisi kehutanan untuk mengawasi kawasan hutan yang membentang hingga puluhan juta hektare.

Penambahan jumlah personel tersebut diharapkan memperkuat patroli dan pengawasan kawasan hutan, termasuk dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Dalam penanganan karhutla saat ini, Kementerian Kehutanan juga mengoptimalkan pengerahan personel polisi kehutanan bersama Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api (MPA).

Personel tersebut dikerahkan untuk membantu pemadaman kebakaran yang masih terjadi di kawasan hutan sejumlah wilayah.

Raja Juli mengatakan sebanyak 1.000 personel polisi kehutanan diperbantukan untuk memperkuat penanganan karhutla di tiga provinsi di Kalimantan.

"Seribu polhut BKO di Kalimantan ini masih bertugas hingga sekarang sampai karhutla benar-benar terkendali," ujarnya.