Khusus untuk daerah rawan banjir, rumah yang dibangun menggunakan konsep rumah panggung. Hal ini disesuaikan dengan kondisi geografis lapangan tempat ditemukan nya genangan air yang kerap mencapai ketinggian lebih dari satu meter.

"Di lokasi seperti Desa Pasi Masjid, Kecamatan Meureubo, banjir terjadi secara rutin setiap tahunnya. Karena itu, spesifikasi rumah dibuat panggung berukuran 6 x 7 meter dengan struktur kaki-kaki serta pelat lantai beton bertulang dan dinding bata agar tahan terhadap terjangan air," jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menargetkan seluruh proses fisik hingga administrasi keuangan dapat diselesaikan pada pertengahan Desember 2026 mendatang.

"Rata-rata masa berlaku kontrak habis pada 8 Desember. Kita harapkan pada tanggal tersebut sudah bisa dilakukan Provisional Hand Over (PHO) atau serah terima pekerjaan. Selanjutnya, pada 10 hingga 15 Desember kita selesaikan proses pencairan anggaran dan penyerahan kunci kepada masyarakat penerima manfaat," tutup Ferdi.