NADIKABAR.COM — Pemulihan kawasan Lokop, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, difokuskan pada penyediaan hunian yang aman serta akses yang menghubungkan warga dengan sekolah, layanan kesehatan, dan lahan pertanian. Penyelesaian lahan hunian tetap (huntap), pembangunan jembatan, hingga penanganan sungai menjadi prioritas agar masyarakat terdampak bencana dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.

Sejumlah layanan telah kembali berfungsi setelah terdampak bencana hidrometeorologi. Warga kini menempati hunian sementara (huntara) di lokasi yang lebih tinggi, kegiatan belajar tetap berlangsung, dan Puskesmas Lokop darurat telah beroperasi sejak awal 2026. Keberlanjutan layanan tersebut kini perlu diperkuat melalui pembangunan fasilitas permanen dan akses yang memadai.

Kebutuhan akses menjadi perhatian karena warga dari lokasi huntara masih harus menyeberangi sungai, termasuk anak-anak yang menuju sekolah. Karena itu, pembangunan huntap di kawasan relokasi perlu disiapkan bersamaan dengan jalan dan jembatan masuk agar hunian yang tersedia nantinya dapat mendukung kebutuhan keluarga secara utuh.

Untuk melanjutkan pembangunan tersebut, penyelesaian pembayaran lahan masih diproses di tingkat Pemerintah Kabupaten Aceh Timur. Penetapan harga dilakukan melalui Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), sementara kesiapan lokasi perlu dilengkapi rekomendasi Badan Geologi serta kepastian berada di luar zona merah dan kawasan hutan lindung.

Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mendukung penyelarasan penanganan agar pembangunan hunian, akses, dan layanan dasar dapat berjalan terpadu.