“Potensi warisan sejarah, desa wisata, budaya, hingga agrowisata di wilayah itu akan kami integrasikan melalui penguatan konektivitas infrastruktur,” ungkap Bupati Adi Arnawa.
Ia menjelaskan, pihaknya juga memiliki sejumlah rencana strategis meliputi pengembangan Jalan Lingkar Selatan (JLS), jalan pintas Berawa–Umalas–Kedampang–Teuku Umar Barat, serta transportasi terpadu berupa trem pesisir, Water Taxi, dan bus pengumpan (feeder).
“Aksesibilitas ini dirancang untuk mengurai kemacetan sekaligus membuka jalur ekonomi bagi UMKM, sektor pertanian, dan pengelola homestay di desa wisata,” kata dia.