Meski demikian, Saryadi mengatakan pendampingan kepada kelompok masyarakat tidak harus selalu dilakukan melalui kegiatan yang menggunakan anggaran pemerintah daerah.
“Kalau ada kelompok masyarakat yang membuat spot destinasi baru kemudian laku menghasilkan ekonomi, nanti akan memicu yang lain untuk juga membuat spot-spot baru,” katanya.Sementara itu, Dukuh Kretek, Kalurahan Parangtritis Sumanto mengatakan asal muasal nama Tallwolu berangkat dari adanya jumlah pohon tall di pintu masuk pantai yang berjumlah delapan.
"Karena ada pohon tall jumlahnya delapan (wolu) yang ada di pintu masuk Pantai Tall Wolu," tambahnya lagi.Menurutnya, komitmen warga cukup kuat intuk mengembangkan destinasi Pantai Tall Wolu sebagai destinasi alternatif Pansela Bantul diawali dengan menyiapkan berbagai fasilitas yang nyaman bagi wisatawan melalui swadaya warga Padukuhan Kretek."Secara bertahap dibangun fasilitas kamar mandi, toilet, joglo untuk kegiatan wisatawan yang datang berombongan, pembangunan ikon Pantai Tall Wolu hingga komunitas jeep wisata gumuk pasir dengan base camp di Pantai Tall Wolu," ujarnya.