"Kita ingin pembangunan daerah tetap berkarakter dan tidak kehilangan jati diri, namun pada saat yang sama memenuhi standar kualitas dan keberlanjutan," kata Ipuk.
Ketua IAI Jawa Timur Fafan Tri Afandy mengatakan kerja sama tersebut menjadi peluang untuk semakin memperkuat ekosistem arsitektur di Banyuwangi, sekaligus meningkatkan kualitas pembangunan daerah.
"IAI bersama Pemkab Banyuwangi telah lama menjalin kolaborasi yang cukup intens. Kami melihat loncatan perkembangan bidang arsitektur yang cukup pesat di Banyuwangi hingga menjadikannya barometer arsitektur di Indonesia, khususnya di wilayah timur," kata Fafan.
Menurut Fafan, perkembangan tersebut tidak lepas dari konsistensi Banyuwangi dalam mengembangkan arsitektur yang mengangkat identitas lokal sekaligus mengedepankan prinsip keberlanjutan.
Salah satu tonggaknya adalah keberhasilan Banyuwangi meraih Aga Khan Award for Architecture melalui Bandara Internasional Banyuwangi. Penghargaan tersebut merupakan salah satu penghargaan arsitektur paling bergengsi di dunia.