Banyuwangi menjadi salah satu daerah pelopor skema instrumen keuangan ini. Tercatat, hanya ada lima wilayah di Indonesia yang menjadi *pilot project* DAD, yakni Aceh, DIY, DKI Jakarta, Bojonegoro, dan Banyuwangi.
Yayan memproyeksikan, modal awal DAD akan bersumber dari hasil penjualan saham Pemkab Banyuwangi di tambang emas PT BSI. Langkah strategis ini diambil agar kekayaan daerah tidak menyusut seiring dinamika korporasi di masa depan.
"Saham itu nilainya fluktuatif. Jika kelak tambang membuka anak usaha baru di tempat lain, komposisi saham Pemkab Banyuwangi berpotensi mengecil," jelasnya.
Melalui DAD, Pemkab Banyuwangi berkomitmen meninggalkan warisan (*legacy*) yang kokoh bagi generasi mendatang. Hasil investasi dari dana abadi diharapkan tetap memberikan manfaat fiskal yang berkelanjutan.
"Dana abadi menjadi solusi dan bukti bahwa kita pernah memiliki saham di tambang emas. Saat tambang itu tutup, investasi dana abadi tetap ada. Dananya utuh, sementara hasil pengembangannya yang dimanfaatkan untuk pembangunan," pungkasnya.