"Berdasarkan data yang disampaikan BPBD dan prakiraan BMKG, sampai dengan 2 November peluang hujan lebih dominan, yakni sekitar lima hari dalam satu minggu. Karena itu, status kita turunkan menjadi siaga," ujarnya.
Meski status penanganan diturunkan, Rifai menegaskan bahwa upaya penanggulangan karhutla tidak dihentikan. Seluruh unsur terkait tetap diminta meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pemantauan secara berkala, terutama di wilayah yang rawan kebakaran.
Pemerintah daerah juga menginstruksikan para camat untuk menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tidak lengah, meskipun peluang hujan mulai meningkat.
Selain itu, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait bersama Manggala Agni, TNI, Polri, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) diminta terus menjalankan langkah pencegahan serta memantau perkembangan kondisi di lapangan.