NADIKABAR.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang Hari, Jambi, menurunkan status penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari tanggap darurat menjadi siaga.
Keputusan ini diambil berdasarkan hasil evaluasi serta prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menunjukkan potensi hujan lebih dominan dalam sepekan ke depan, kata Asisten I Sekretaris Daerah Kabupaten Batang Hari Muhammad Rifai, Selasa.
Ia mengatakan keputusan tersebut diambil setelah penanganan karhutla di wilayah setempat memasuki pekan ke-10.
"Keputusan itu diambil setelah melakukan evaluasi penanganan bencana dan mempertimbangkan prakiraan cuaca yang menunjukkan potensi hujan meningkat," katanya.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan prakiraan BMKG, potensi hujan pada periode 27 Oktober hingga 2 November 2026 diperkirakan terjadi selama lima hari dalam sepekan.
"Berdasarkan data yang disampaikan BPBD dan prakiraan BMKG, sampai dengan 2 November peluang hujan lebih dominan, yakni sekitar lima hari dalam satu minggu. Karena itu, status kita turunkan menjadi siaga," ujarnya.
Meski status penanganan diturunkan, Rifai menegaskan bahwa upaya penanggulangan karhutla tidak dihentikan. Seluruh unsur terkait tetap diminta meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pemantauan secara berkala, terutama di wilayah yang rawan kebakaran.
Pemerintah daerah juga menginstruksikan para camat untuk menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tidak lengah, meskipun peluang hujan mulai meningkat.
Selain itu, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait bersama Manggala Agni, TNI, Polri, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) diminta terus menjalankan langkah pencegahan serta memantau perkembangan kondisi di lapangan.
Sementara itu, dalam dua hari terakhir tidak ditemukan titik api aktif di wilayah Kabupaten Batang Hari. Namun, sejumlah titik panas atau hotspot masih terpantau sehingga proses pendinginan tetap dilakukan.
"Dalam dua hari ini, api aktif sudah nol. Namun, beberapa titik panas masih ada dan proses pendinginan tetap dilaksanakan. Harapan kita dengan potensi hujan yang lebih dominan dalam sepekan ke depan, kondisi tersebut benar-benar padam," ujarnya.
Dengan demikian, Pemkab Batang Hari berharap meningkatnya potensi hujan dapat membantu proses pemadaman dan pendinginan di lokasi terdampak, sekaligus mengurangi risiko munculnya kembali karhutla.
Pemkab tetap mengingatkan seluruh unsur terkait dan masyarakat agar tetap waspada guna mencegah karhutla kembali meluas di wilayah Kabupaten Batang Hari.