Kendati demikian, kata dia, pemerintah daerah memastikan kebutuhan dasar medis pasien tetap terpenuhi serta menjamin ketersediaan logistik obat-obatan di seluruh puskesmas memadai.
"Yang di ruangan memang kapasitas rumah sakit (penuh). Jadi karena penuh, sebagian ada di lorong karena ada keterbatasan kamar. Akan tetapi, alhamdulillah semuanya mendapatkan bed, mendapatkan alat kesehatan yang cukup, dan obat-obatan dalam kondisi yang cukup," katanya.
Ia mengatakan pemerintah daerah masih menanti hasil pengujian sampel dari tim kesehatan dan tim investigasi.
"Sampel makanan dan bukti klinis harus dibuktikan secara ilmiah melalui prosedur laboratorium. Kita belum tahu (penyebab pastinya) karena itu nanti kewenangannya tim kesehatan dan tim investigasi untuk menentukan sumber keracunannya seperti apa," katanya.