NADIKABAR.COM — Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah menjamin seluruh biaya pengobatan para korban dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di rumah sakit.

Bupati Batang Faiz Kurniawan di Batang, Kamis, mengatakan bahwa penanganan medis seluruh pasien yang terdampak menjadi prioritas utama pemerintah daerah pada saat ini.

"Biaya sementara dari pemerintah daerah yang mengkover ya, karena memang ini menjadi kejadian yang bagi kami force majeure, sehingga pemerintah daerah untuk turut serta menanggung biaya tersebut," katanya.

Ia mengatakan data awal korban tercatat sebanyak 276 orang, tetapi angka tersebut kini terus bertambah menyusul datangnya pasien baru di beberapa puskesmas dan rumah sakit.

"Per Rabu (23/9) malam hingga Kamis (24/9) pukul 03.00 WIB masih 276. Akan tetapi ini masih terus bertambah ke beberapa puskesmas dan rumah sakit, ya mungkin sekitar 300 orang," katanya.

Ia mengatakan usia para korban dugaan keracunan ini bervariasi antara 10 tahun, usia dewasa, hingga lanjut usia (lansia).

Di tengah beredarnya berbagai informasi di masyarakat, Faiz Kurniawan membantah adanya korban meninggal dunia akibat insiden keracunan massal tersebut.

"Tidak ada, tidak ada. Tidak ada yang meninggal dunia," katanya.

Menurut dia, akibat keterbatasan kamar perawatan sebagian pasien harus menjalani perawatan sementara di lorong rumah sakit.

Kendati demikian, kata dia, pemerintah daerah memastikan kebutuhan dasar medis pasien tetap terpenuhi serta menjamin ketersediaan logistik obat-obatan di seluruh puskesmas memadai.

"Yang di ruangan memang kapasitas rumah sakit (penuh). Jadi karena penuh, sebagian ada di lorong karena ada keterbatasan kamar. Akan tetapi, alhamdulillah semuanya mendapatkan bed, mendapatkan alat kesehatan yang cukup, dan obat-obatan dalam kondisi yang cukup," katanya.

Ia mengatakan pemerintah daerah masih menanti hasil pengujian sampel dari tim kesehatan dan tim investigasi.

"Sampel makanan dan bukti klinis harus dibuktikan secara ilmiah melalui prosedur laboratorium. Kita belum tahu (penyebab pastinya) karena itu nanti kewenangannya tim kesehatan dan tim investigasi untuk menentukan sumber keracunannya seperti apa," katanya.