"Kalau keadaan umum pasien lemas, demamnya tinggi sekali, atau tidak bisa minum obat oral karena mual muntah sehingga mereka perlu rawat inapkan. Alhamdulillah tingkat dehidrasinya masih sedang, tidak sampai dehidrasi berat," katanya.
Para pasien keracunan ini, menjalani pemeriksaan ke RSUD Batang sejak Selasa (22/9) karena diduga mengonsumsi makanan tambahan berupa bubur kacang hijau dari Posyandu pada Senin (21/9) sore.
Meski demikian, pihak RSUD Batang menegaskan belum dapat memastikan apakah bubur kacang hijau tersebut menjadi penyebab utama keracunan massal ini atau tidak karena sampel makanan dan muntahan pasien telah diambil dan diserahkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Batang untuk dilakukan uji laboratorium.