NADIKABAR.COM — Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat berkolaborasi bersama PT. Jababeka Infrastruktur membersihkan saluran irigasi Bendung Kedung Gede (BKG) Km 26-35 di wilayah Kecamatan Pebayuran sebagai wujud menjaga ketahanan pangan sekaligus produktivitas sektor pertanian daerah.

"Pemerintah daerah mengapresiasi Jababeka Infrastruktur atas kontribusi Program Corporate Social Responsibility (CSR) lewat kegiatan gotong royong ini," kata Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja di Kabupaten Bekasi, Selasa.

Dia mengatakan Saluran Sekunder BKG yang dibersihkan ini bukan sekadar infrastruktur pengairan melainkan jalur distribusi air yang krusial bagi lahan pertanian khususnya di wilayah Kecamatan Pebayuran.

Bagi masyarakat, khususnya para petani, keberadaan saluran irigasi yang berfungsi dengan baik sangat menentukan kelancaran kegiatan pertanian dan produktivitas lahan.

Asep menegaskan pemeliharaan infrastruktur pertanian tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Lebih dari itu, dibutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha dan elemen masyarakat.

"Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Dunia usaha memiliki peran, masyarakat memiliki peran dan pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh upaya tersebut berjalan bersama dan memberikan manfaat nyata," ucapnya.

Kecamatan Pebayuran dikenal sebagai salah satu lumbung padi dengan aktivitas pertanian yang berperan vital di Kabupaten Bekasi sehingga optimalisasi sistem pengairan menjadi kunci utama mempertahankan produktivitas komoditas pangan.

Asep juga mengingatkan normalisasi saluran air tidak akan berdampak jangka panjang tanpa ada kesadaran masyarakat untuk merawatnya. Salah satunya dengan menghilangkan kebiasaan membuang sampah ke aliran irigasi.

"Mari kita jaga saluran yang sudah dibersihkan, jangan kembali digunakan untuk membuang sampah. Menjaga infrastruktur merupakan tanggung jawab kita bersama," katanya.

Pemerintah berharap aksi gotong royong melibatkan aparatur wilayah, unsur TNI-Polri serta para petani seperti ini dapat dijadikan agenda berkelanjutan mengingat menjaga fungsi saluran irigasi tidak cukup hanya melalui pembangunan atau normalisasi namun juga memerlukan pemeliharaan rutin.

"Aksi bersih-bersih ini terlihat sederhana namun memberikan manfaat langsung bagi keberlangsungan lahan pertanian. Kalau saluran irigasi kita jaga bersama, pertanian kita kuat. Kalau kita bergerak bersama, manfaatnya akan lebih besar bagi masyarakat Kabupaten Bekasi," ucap dia.

Head of Industrial and Public Engagement PT. Jababeka Infrastruktur Beta Safitri menegaskan komitmen perusahaan mendukung upaya pemerintah daerah dalam rangka mengantisipasi dampak kekeringan, termasuk ancaman terhadap lahan pertanian.

Dirinya mengaku menerima informasi musibah kekeringan turut berdampak pada para petani di wilayah hilir Bekasi sehingga perusahaan tergerak untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi.

"Keterlibatan perusahaan melalui Program CSR diarahkan untuk mendukung upaya mencari solusi agar kekeringan tidak semakin berdampak terhadap produktivitas sektor pertanian. Bagaimana cara mengatasi agar kekeringan tidak berdampak hingga ke petani," kata dia.