Pada kesempatan itu, Kasmarni juga turut mengimbau kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di tengah kondisi kemarau panjang dan fenomena El Nino saat ini. Kegiatan membuka lahan dengan cara membakar berpotensi menimbulkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan menghasilkan kabut asap yang berkepanjangan.
Upaya tersebut mendapatkan apresiasi dari petani. Salah seorang petani mengaku terbantu dengan adanya fasilitas alat berat tersebut.
"Saya karena ladangnya masih semak, jadi saya minta bantuan sama bupati," kata warga tersebut.
Warga lainnya juga menyampaikan terima kasih atas bantuan alat berat tersebut. Pemilik lahan melakukan land clearing tersebut untuk selanjutnya menanam tanaman palawija atau hortikultura.
"Kalau memang planning kita ya sekurang-kurangnya ya menanam jagung ataupun entah cabe. Saya berterima kasih atas bantuannya," kata warga tersebut.