Menurut dia, kelancaran pengairan diharapkan memberikan dampak terhadap peningkatan frekuensi panen petani hingga dua kali dalam setahun.
βSelain memperbaiki aliran irigasi, normalisasi sungai juga diharapkan dapat mengurangi risiko banjir ketika hujan deras akibat saluran yang tidak mampu mengalirkan air secara optimal,β katanya.
Imron mengatakan, penanganan kawasan tersebut tidak berhenti pada pengerukan sungai, karena pemerintah daerah juga merencanakan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) pada 2027.
βKami meminta masyarakat bersama pemerintah desa dan kecamatan menjaga saluran yang telah dinormalisasi, agar tidak kembali mengalami pendangkalan maupun tersumbat sampah,β ucap dia.