"Kami minta manfaatkan potensi lokal, mulai dari tenaga kerja hingga supplier material lokal yang memenuhi kriteria. Dengan begitu, potensi daerah dapat tertampung, dan masyarakat bisa merasakan dampaknya sejak awal serta merasa memiliki proyek ini," katanya.
Menurut dia, pembangunan pelabuhan ikan internasional ini sudah diperjuangkan sejak tahun 2019, sehingga dia menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat khususnya Kementerian Kelautan Dan Perikanan yang mewujudkan proyek strategis nasional ini.
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan keluhan nelayan terkait sedimentasi atau pendangkalan di pintu masuk dan keluar kolam labuh, yang sangat mengganggu aktivitas nelayan.
"Kami usul pengerjaan awal melakukan pengerukan di pintu kolam labuh. Langkah ini mendesak dilakukan, karena pendangkalan akibat sedimentasi mengganggu alur keluar-masuk perahu nelayan," katanya.