"Di wilayah Kecamatan Kemalang ada empat desa itu tadi. Yang insyaallah ke depan akan diselesaikan perlahan," katanya.

Selain mengandalkan distribusi air menggunakan tangki, Pemkab Klaten juga mulai mencari sumber air yang dapat digunakan secara berkelanjutan. BPBD Klaten telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mendapatkan alternatif sumber air bagi warga.

Salah satunya dengan Dewan Dakwah Indonesia (DDI) yang memiliki sumur dan tandon di wilayah Kemalang.

"Kemarin Pak Kalak BPBD sudah berkoordinasi dengan Dewan Dakwah Indonesia yang punya sumur di Kemalang sekaligus tandonnya. Setelah kontak berkomunikasi akhirnya diperbolehkan, ini nanti bisa menyelesaikan di dua desa," jelas Hamenang.

Air dari sumur tersebut rencananya dialirkan menggunakan jaringan pipa menuju wilayah yang berada di atas lereng Merapi. Selanjutnya, air akan ditampung dan didistribusikan kepada warga.

"Insyaallah kita tarik naik, kurang lebih 1,5 kilometer, kemudian naik lagi ke tandon tertinggi. Kemudian nanti dialirkan ke dua desa, Sidorejo dan Kendalsari," ungkapnya.