Untuk dua desa lainnya, yakni Tegalmulyo dan Tlogowatu, Pemkab Klaten berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. BBWS berencana membangun sumur untuk membantu memenuhi kebutuhan air warga.
"Alhamdulillah Pak Kalak sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Sungai Bengawan Solo. Tahun ini membuat sumur. Lokasinya sudah ada, geolistriknya alhamdulillah ketemu debitnya 5 liter per detik untuk membantu saudara kita di Tlogowatu dan Tegalmulyo sehingga tahun depan tidak ada lagi persoalan krisis air," kata Hamenang.
Kalak BPBD Kabupaten Klaten Syahruna mengatakan distribusi air bersih telah dilakukan sejak 15 Juni 2026. Hingga 1 September 2026, total 722 tangki air bersih telah disalurkan kepada warga.
Setiap tangki memiliki kapasitas 5.000 liter. Dengan demikian, total air yang telah didistribusikan mencapai sekitar 3.606.000 liter.
"Total 3.606.000 liter sudah disalurkan. Dari APBD sebanyak 714 tangki, dan CSR ada lima tangki dengan jumlah penerima total 16.504 jiwa," papar Syahruna.
Pemkab Klaten berharap pembangunan sumber air baru dan optimalisasi sumber air yang sudah tersedia dapat menjadi solusi jangka panjang. Dengan begitu, kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah lereng Merapi tidak hanya bergantung pada distribusi tangki selama musim kemarau.