NADIKABAR.COM — Pemerintah Kabupaten Klaten terus menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan di lereng Gunung Merapi. Sebanyak 14 mobil tangki air bersih dikirim ke sejumlah desa di Kecamatan Kemalang, Selasa (1/9/2026).

Penyaluran air dipimpin langsung Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, didampingi Plt Sekda Klaten Joko Purwanto, Kalak BPBD Klaten Syahruna, serta sejumlah pejabat lainnya.

Bantuan air bersih disalurkan ke Desa Sidorejo, Tlogowatu, Kendalsari, dan Tegalmulyo. Warga terlihat membawa ember untuk mengambil air yang telah disediakan melalui bak dan tandon penampungan.

Hamenang mengatakan penyaluran air bersih dilakukan setiap hari selama musim kemarau. Saat ini, rata-rata sebanyak 13 tangki air dikirim setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan warga.

"Musim kemarau ini kita setiap hari dropping air bersih sebanyak 13 tangki. Alhamdulillah kita dibantu banyak stakeholder, matur nuwun," ujar Hamenang kepada wartawan seusai penyaluran air, Selasa (1/9/2026).

Menurut Hamenang, bantuan pasokan air bersih berasal dari berbagai pihak, mulai dari relawan, instansi pemerintah, perusahaan melalui program CSR, hingga organisasi masyarakat.

Untuk wilayah Kecamatan Kemalang, terdapat empat desa yang menjadi sasaran penanganan krisis air. Pemkab Klaten, kata Hamenang, akan berupaya menyelesaikan persoalan tersebut secara bertahap.

"Di wilayah Kecamatan Kemalang ada empat desa itu tadi. Yang insyaallah ke depan akan diselesaikan perlahan," katanya.

Selain mengandalkan distribusi air menggunakan tangki, Pemkab Klaten juga mulai mencari sumber air yang dapat digunakan secara berkelanjutan. BPBD Klaten telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mendapatkan alternatif sumber air bagi warga.

Salah satunya dengan Dewan Dakwah Indonesia (DDI) yang memiliki sumur dan tandon di wilayah Kemalang.

"Kemarin Pak Kalak BPBD sudah berkoordinasi dengan Dewan Dakwah Indonesia yang punya sumur di Kemalang sekaligus tandonnya. Setelah kontak berkomunikasi akhirnya diperbolehkan, ini nanti bisa menyelesaikan di dua desa," jelas Hamenang.

Air dari sumur tersebut rencananya dialirkan menggunakan jaringan pipa menuju wilayah yang berada di atas lereng Merapi. Selanjutnya, air akan ditampung dan didistribusikan kepada warga.

"Insyaallah kita tarik naik, kurang lebih 1,5 kilometer, kemudian naik lagi ke tandon tertinggi. Kemudian nanti dialirkan ke dua desa, Sidorejo dan Kendalsari," ungkapnya.

Untuk dua desa lainnya, yakni Tegalmulyo dan Tlogowatu, Pemkab Klaten berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. BBWS berencana membangun sumur untuk membantu memenuhi kebutuhan air warga.

"Alhamdulillah Pak Kalak sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Sungai Bengawan Solo. Tahun ini membuat sumur. Lokasinya sudah ada, geolistriknya alhamdulillah ketemu debitnya 5 liter per detik untuk membantu saudara kita di Tlogowatu dan Tegalmulyo sehingga tahun depan tidak ada lagi persoalan krisis air," kata Hamenang.

Kalak BPBD Kabupaten Klaten Syahruna mengatakan distribusi air bersih telah dilakukan sejak 15 Juni 2026. Hingga 1 September 2026, total 722 tangki air bersih telah disalurkan kepada warga.

Setiap tangki memiliki kapasitas 5.000 liter. Dengan demikian, total air yang telah didistribusikan mencapai sekitar 3.606.000 liter.

"Total 3.606.000 liter sudah disalurkan. Dari APBD sebanyak 714 tangki, dan CSR ada lima tangki dengan jumlah penerima total 16.504 jiwa," papar Syahruna.

Pemkab Klaten berharap pembangunan sumber air baru dan optimalisasi sumber air yang sudah tersedia dapat menjadi solusi jangka panjang. Dengan begitu, kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah lereng Merapi tidak hanya bergantung pada distribusi tangki selama musim kemarau.