NADIKABAR.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung menyalurkan bantuan logistik untuk warga terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Penggalangan bantuan ini dilakukan sebagai aksi kepedulian sosial pemerintah bersama warga dan instansi di Bumi Serombotan.
Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Klungkung, I Gusti Ayu Wulandewi, mengungkapkan aksi sosial penggalangan bantuan ini telah berlangsung sejak Jumat (21/8/2026) hingga ditutup pada Rabu (27/8/2026) siang.
"Kita bersurat ke seluruh instansi dan menerima sejak Jumat lalu. Kemudian hari ini dapat kabar untuk langsung segera dikirim. Sehingga kami belum sempat menghitung rinciannya," kata Wulandewi saat ditemui di lokasi penyerahan bantuan, Klungkung, Rabu (27/8/2026).
Dari aksi penggalangan selama kurun waktu tersebut, dinas sosial menerima puluhan karung pakaian bekas layak pakai, 1,5 ton beras, serta ratusan kotak paket sembako dari para donatur.
"Sampai hari ini, kami terima bantuan berupa pakaian layak pakai, kemudian beras sudah sampai 1,5 ton, dan sembako sekian paket. Jadi, kami terima sampai jam 12.00 siang," jelas Wulandewi.
Wulandewi menambahkan seluruh logistik yang terhimpun diserahterimakan kepada jajaran TNI untuk mengoptimalkan jalur distribusi ke titik bencana.
"Selanjutnya akan kami serahterimakan ke Kodim, nanti Kodim ke Korem provinsi. Nanti dikirim bersamaan dengan bantuan dari Bali," terangnya.
Melalui penyaluran berjenjang lewat Kodim hingga Korem 163/Wira Satya, bantuan dari masyarakat Klungkung ini diharapkan dapat secepatnya sampai dan diterima dengan baik oleh para korban terdampak gempa di NTT.
Setelah pengiriman ini, dinas sosial belum memastikan mekanisme penerimaan donasi tahap berikutnya. Kata Wulandewi, pihaknya juga belum bisa menggalang donasi berupa uang tunai.
"Untuk selanjutnya belum bisa kami pastikan. Jadi yang penggalangan ini memang terakhir kami terima jam 12 siang," pungkasnya.
Kejati NTT Kirimkan Bantuan Rp 640 Juta
Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT) menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp 640 juta, bagi masyarakat terdampak gempa bumi di wilayah Flores.
Bantuan dilepas langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT, Rochtri Adi Wibowo, di kantornya, Rabu. Bantuan itu didistribusikan dari dukungan jalur laut oleh Dankodaeral VII dan jalur udara dari dengan dukungan Lanud El Tari Kupang.
"Total bantuan tersebut berasal dari sinergi Kejaksaan Agung RI, IAD Pusat dan Wilayah NTT, Kejati NTT, serta Adhyaksa Golf Club. Bantuan didistribusikan menggunakan 8 truk, dan dilanjutkan dengan kapal TNI AL serta pesawat TNI AU menuju titik-titik terdampak di Flores," jelas Adi.
Ia menambahkan selain bantuan sembako, ada juga dukungan uang tunai yang mencapai Rp 70 juta yang akan diberikan kepada korban terdampak bencana.
"Bantuan itu nantinya diatur oleh teman-teman TNI untuk didistribusikan kepada kabupaten-kabupaten yang terdampak bencana. Ada juga dukungan uang tunai senilai Rp 70 juta, yang nantinya bisa membantu saudara-saudara kita yang terdampak," urai dia.
Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan mendesak seperti pangan, air mineral, beras, toren air, terpal, perlengkapan bayi, lansia, serta kebutuhan kebersihan.
Gempa membuat gedung Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Manggarai di Reo mengalami kerusakan parah. "Seperti yang kita ketahui semua alhamdulillah di wilayah Timor aman. Yang terdampak berat itu di Kejaksaan Negeri Manggarai Cabang Reo ini lumayan berat. Sementara Kejaksaan Negeri Manggarai sendiri, juga terdampak dengan kerusakan sedang," ujarnya.
Sementara itu, gedung Kejari Manggarai Barat, Kejari Ende, Kejari Ngada, dan Kejari Maumere mengalami rusak ringan. Sejauh ini, proses pelayanan tetap berjalan seperti biasa.