Erwin menyebut terdapat dua tantangan utama dalam pengelolaan sumber daya air. Pertama, bagaimana mengelola air ketika musim hujan sehingga dapat disimpan dan dimanfaatkan. Kedua, memastikan ketersediaan air ketika memasuki musim kemarau.
Mitigasi kekeringan dilakukan melalui koordinasi lintas sektor bersama BBWS Bengawan Solo, Perum Jasa Tirta dan PU SDA Provinsi Jawa Timur. Selain itu, dilakukan pemeliharaan sluis di sepanjang Bengawan Solo, normalisasi sungai untuk mendukung long storage air baku irigasi, subsidi silang lintas daerah irigasi serta pengelolaan distribusi air bersama juru pengamat dan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).
"Yang paling penting bagaimana air ini bisa dikelola bersama sehingga distribusinya tepat sasaran," kata Erwin.
Dalam kegiatan tersebut, UPTD PSDA Karanggeneng juga memperkenalkan inovasi SMART. Sistem tersebut dirancang untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam pengelolaan air dan infrastruktur. Melalui fitur pengaduan, masyarakat dapat melaporkan kerusakan maupun bencana, menyampaikan usulan rehabilitasi sungai dan waduk, serta mengakses pelayanan perizinan baru maupun perpanjangan.
Selain membahas strategi pengelolaan sumber daya air, kegiatan tersebut juga diisi pemberian penghargaan sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja dan inovasi jajaran Dinas SDABK Lamongan.
Sebanyak 13 piagam penghargaan insinyur diberikan kepada jajaran Dinas SDABK, mulai dari kepala dinas, kepala bidang, kepala seksi hingga staf. Sementara itu, penghargaan Best Innovation diberikan kepada UPTD PSDA Karanggeneng atas inovasi SMART.