Banjir lahar dingin Semeru disertai getaran banjir dengan amplitudo maksimal sebesar 65 milimeter selama enam jam menyebabkan tanggul Sungai Glidik jebol di Dusun Pasirejo dan akses jalan menuju Taman Sari Bawah terputus sepanjang kurang lebih 200 meter.

Selanjutnya, sebanyak 117 KK dilaporkan terisolasi, tiga teras rumah roboh, dan 10 rumah berisiko ambruk, serta Jembatan Limpas Wareng tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Bupati yang akrab disapa Bunda Indah mengatakan pemantauan terus dilakukan di tengah kondisi cuaca yang masih perlu diwaspadai dan pemerintah daerah juga memperhatikan sejumlah titik lain yang berpotensi mengalami longsor, sebagai bagian dari upaya mengantisipasi dampak bencana di kawasan sekitar Gunung Semeru.

"Dalam kejadian banjir lahar tersebut, tidak dilaporkan adanya korban jiwa, termasuk dari kawasan aktivitas pertambangan. Saya mengapresiasi kesadaran masyarakat terhadap mitigasi dan kewaspadaan dalam menghadapi potensi bahaya Gunung Semeru," ujarnya.