Sementara itu, penanganan sawah rusak berat seluas sekitar 50 hektare masih membutuhkan dukungan pemerintah pusat. Biaya rehabilitasinya diperkirakan mencapai Rp300 juta per hektare sehingga pemerintah daerah mengusulkan agar pekerjaan tersebut dapat ditangani pada 2027. Rehabilitasi lahan terdampak juga berlangsung di Blang Baro Rambong, Kecamatan Beutong.
Selain sawah, konektivitas warga menjadi bagian penting dari pemulihan. Pemkab Nagan Raya telah mengusulkan anggaran sekitar Rp40 miliar untuk membangun kembali Jembatan Gunong Kong di Kecamatan Darul Makmur yang rusak akibat banjir bandang. Jembatan sepanjang sekitar 160 meter tersebut sedang diupayakan masuk dalam program Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Aceh pada 2027.
Lebih lanjut, ketiadaan jembatan membuat warga masih mengandalkan rakit dari perahu berlapis pelat seng untuk menyeberangi sungai. Akses tersebut dibutuhkan sekitar 100 kepala keluarga di dusun setempat serta masyarakat lain yang memiliki kebun di seberang sungai.
"Harapan kita agar jembatan itu segera dibangun. Akses ini bukan cuma untuk warga yang tinggal di dusun itu, tetapi banyak warga Gunong Kong lainnya yang punya kebun di seberang. Jadi, moda transportasi ini sangat dibutuhkan," kata Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Nagan Raya, Hizbulwatan.