"Kesempatan pendidikan ini sangat kami butuhkan untuk masyarakat Kabupaten Pati yang kurang mampu. Kami ingin anak-anak dari keluarga kurang mampu punya kesempatan belajar yang sama dengan anak-anak lain. Saya kira Sekolah Rakyat ini akan melahirkan generasi emas Kabupaten Pati," ujar Chandra.
Ia menyampaikan bahwa kehadiran orang tua dalam kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat langsung perkembangan anak-anak mereka. Ia menyebut perubahan terlihat terutama pada aspek kemandirian siswa.
Terkait peluang penambahan kuota siswa, Chandra menjelaskan bahwa kewenangan tersebut berada pada Dinas Sosial. Karena itu, kebutuhan penambahan kuota perlu dikoordinasikan melalui instansi yang berwenang.
Open House Sekolah Rakyat Pati turut dihadiri perwakilan Universitas Pertahanan, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Pati, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pati, Kepala Sentra Margolaras, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Tlogowungu, unsur Forkopimcam Tlogowungu, serta para tamu undangan.