Dia pun memastikan pasokan listrik kepada masyarakat tetap terjaga selama berlangsungnya proses penanganan gangguan hingga perbaikan tersebut.
"Hal ini dilakukan melalui manuver jaringan untuk menjaga kontinuitas penyaluran listrik," ujar Togas.
Sementara itu, Kepala Seksi Energi Suku Dinas Nakertransgi Kepulauan Seribu Parulian Simanjuntak menyebutkan gangguan itu terjadi pada September 2026.
Saat itu, penyulang atau jaringan penghubung antara jaringan tegangan menengah (20 kV) keluaran dari Gardu Induk (GI) ke Gardu Hubung (GH) yang akan diteruskan kepada pelanggan melalui jaringan distribusi mengalami gangguan, sehingga menyebabkan sistem pengaman bekerja.
Petugas kemudian melakukan pengukuran tahanan isolasi kabel dengan menggunakan alat megger dari Gardu Teluk Naga/Tanjung Pasir.